Keinginan Masyarakat Timur Tengah dan Dunia Islam untuk Bersatu di Bawah Khilafah tidak Dapat Dibendung

MutiaraUmat.com -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi mengungkap keinginan masyarakat Timur Tengah dan Dunia Islam untuk bersatu di bawah naungan khilafah adalah suatu perkara yang tidak dapat dibendung.

"Keinginan masyarakat Timur Tengah juga dunia Islam untuk bersatu di bawah naungan _khilafah ala minhajin nubuwah_ adalah sesuatu yang tidak dapat dibendung," cercanya di _Kabar Petang Live: AS Merancang Gencatan Senjata Israel-Hamas?_ Ahad (18/02/2024).

Menurutnya, masyarakat Timur Tengah saat ini sudah tahu persis, sadar bahwa penguasa mereka itu adalah penguasa pengkhianat," ungkapnya.

Farid menambahkan bahwa masyarakat Timur Tengah sudah menyadari bahwa negara bangsa adalah prinsip yang dipaksakan atas Timur Tengah untuk memecah belah mereka. Termasuk keberadaan penguasa-penguasanya di Timur Tengah itu tidak bisa dilepaskan dari kemunculan negara-negara bangsa _(nation state)_ yang lahir dari rahim kolonialisme yang dirancang oleh Amerika Serikat dan Inggris untuk tetap bisa mengendalikan Timur Tengah.

"Dengan terpecahnya Timur Tengah menjadi negara-negara bangsa, ditambah lagi dengan penguasa-penguasa yang dikontrol terus oleh Amerika. Maka Amerika bisa memperlambat kemunculan kekuatan politik dunia Islam di Timur Tengah," tegasnya.

Jadi, apa yang dilakukan Amerika Serikat, lanjutnya, sebenarnya hanya memperlambat bukan menghentikan tegaknya khilafah ala minhajin nubuwah yang akan mempersatukan kaum Muslim.

"Bisa disebut bahwa penguasa-penguasa Arab adalah lingkaran terdekat yang menjaga keberadaan entitas penjajah Yahudi. Dibelakangnya itu ada Amerika Serikat," ujarnya.

Dia juga tidak menampik bahwa negara bangsa ini dilahirkan oleh Inggris. "Jadi, ini jelas merupakan bentuk pengkhianatan," katanya.

Ia menambahkan bukti atas pengkhianatan para pemimpin Timur Tengah. Termasuk penguasa Turki atas respon keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional yang meminta Israel untuk tidak melakukan genosida. "Jadi, yang digunakan keputusannya oleh mahkamah internasional itu adalah agar Israel itu tidak melakukan genosida. Artinya keputusan ini tidak menetapkan bahwa yang dilakukan oleh entitas penjajah Yahudi adalah sebuah bentuk genosida," tambahnya.

Keputusan yang dikeluarkan oleh mahkamah internasional, dinilainya merupakan keputusan yang secara signifikan tidak menghentikan entitas penjajah Yahudi ini.

"Padahal sudah sangat jelas bahwa yang dilakukan oleh entitas penjajah Yahudi ini adalah bentuk genosida. Dalam kurun waktu yang singkat mereka telah melakukan pembantaian pembunuhan terhadap 27 ribu kaum Muslim," cetusnya.

Farid membeberkan sejumlah fakta yang dilakukan oleh entitas penjajah Yahudi yaitu menghancurkan banyak rumah sakit, banyak sekolah, pemukiman rumah penduduk. "Jadi, jelas ini merupakan genosida," terangnya.

Karena itu, menurut Farid, keputusan ini sebenarnya keputusan yang tidak berarti dalam pengertian memberikan dampak yang signifikan. Ia menambahkan, kalau ingin melakukan aktivitas yang berdampak secara signifikan sebenarnya sederhana yang bisa dilakukan oleh penguasa-penguasa Timur Tengah.

"Kirim pasukan, bombardir terutama pangkalan-pangkalan militer Israel itu. Kemudian melumpuhkan pesawat-pesawat tempur mereka. Demikian juga melumpuhkan helikopter-helikopter mereka yang selama ini digunakan untuk membunuh kaum Muslim," tegasnya.

Selain itu, Farid juga menambahkan solusi signifikan yaitu langkah ekonomi yang bisa dilakukan oleh penguasa negeri Islam yaitu dengan memutus segala bentuk hubungan ekonomi dengan penjajah Yahudi.

"Bukan seperti yang terjadi pada saat sekarang ini. Turki hingga saat ini masih melakukan hubungan dagang dengan entitas penjajah Yahudi. Bahkan, Turki terus mengirim kebutuhan-kebutuhan vital untuk mesin perang entitas penjajah Yahudi ini yaitu berupa baja.  Demikian juga dengan gas," paparnya.

Selain itu, ia menilai sikap negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Yordania dan Saudi yang membiarkan truck-truck mengangkut kebutuhan-kebutuhan vital untuk ekonomi entitas penjajah Yahudi ini melalui wilayah mereka setelah ada krisis di Yaman.

"Apakah ini bukan bentuk pengkhianatan? Padahal kalaulah mereka menghentikan itu semua. Menghentikan pasokan gas, menghentikan pasokan minyak, menghentikan pasokan kebutuhan-kebutuhan pokok entitas penjajah Yahudi ini akan melumpuhkan entitas penjajah Yahudi secara ekonomi," tandasnya.[] Heni

0 Komentar